Arti Hidup
Pengalaman telah mengajariku banyak hal hari ini. Entah itu tentang kesenangan, kesusahan, kesedihan, kebahagiaan, kebersamaan, kesendirian, ataupun akan kehilangan. Banyak orang yang bilang kalau hidup itu indah, kejam, tidak adil, damai, simple, ataupun lain sebagainya. Bagi saya, hidup itu tidak selamanya seindah yang kita lihat, sekejam yang kita duga, sedamai yang kita rasa, atau sesimpel yang kita alami. Tapi hidup itu suatu keadaan yang melekat pada dirimu sendiri. Hidup itu ibarat transportasi, yang bisa kamu kemudikan kemanapun yang kamu mau, bisa diperintah sesuai dengan yang kamu inginkan, dan bisa saja berhenti ketika waktunya tiba.
Sebenarnya saya kasihan dengan hidup. Hidup itu selalu saja disalahkan disetiap masalah. Sedikit-sedikit, hidup yang jadi korban, sedikit-sedikit hidup yang disalahkan. Kalau mau dipikir-pikir, yang harus disalahkan itu manusia sendiri. Hidup itu tidak tahu apa-apa, dia hanya menuruti apa yang kita mau. Selama masih ada usaha, hidup itu akan menuntun kita, kemanapun yang kita inginkan. Seperti yang saya bilang tadi, hidup itu ibarat transportasi, yang bias kamu kemudikan kemanapun yang kamu mau.
Coba kalian bayangkan seandainya hidup itu tidak ada, tentunya kalian juga tidak akan ada di dunia ini. Hidup itu akan selalu melekat pada dirimu sendiri dan pastinya akan meninggalkanmu suatu saat nanti. Kalian tidak akan tahu kapan dan dimana hidup itu akan lepas dari dirimu, entah itu hari ini, besok, lusa, atau kapanpun, tidak akan ada yang tahu. Jadi gunakanlah hidupmu, selama dia masih ada. Andaikan kalian sadar akan pentingnya hidup, kalian akan menghargai hidup kalian masing-masing.
Setiap hidup pasti menghadapi yang namanya masalah, dan setiap masalah pasti ada solusinya, entah itu masalah ringan, sedang, ataupun berat. Masalah yang ringan bisa saja menjadi berat dan sebaliknya, masalah yang berat bisa saja jadi ringan, tergantung dari cara kalian dalam menghadapi masalah tersebut.
Coba kalian pikir, kenapa ada orang yang mau mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri? Dilain pihak ada juga yang harus terbaring kesakitan dalam memperjuangkan hidupnya. Kira-kira, bagaimana kedua orang ini mengartikan hidup mereka masing-masing?
Orang yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, hanya mengartikan hidupnya sebagai permainan, jika sudah game over, maka tidak aka nada masalah lagi dan bisa memulai semuanya dari awal tanpa suatu masalah. Tapi sebenarnya itu salah, tindakan bodoh yang dia lakukan malah akan menambah masalah di hidupnya nanti di akhirat. Ada juga yang mengartikan hidupnya sebagai beban saja, tidak menghargai hidupnya dan akhirnya bunuh diri.
Orang yang terbaring kesakitan dalam memperjuangkan hidupnya, bisa dibilang dia sudah tahu akan pentingnya hidup. Dia harus memperjuangkan hidupnya demi dirinya sendiri, demi keluarga, ataupun mungkin demi orang lain, hehehe.
Hidup itu akan terasa sangat penting jika sudah kehilangannya. Contohnya kehilangan pacar, sahabat, teman, atau barang-barang yang kita cintai. Semuanya akan terasa penting kalau sudah tidak ada. Seseorang tidak akan tahu bagaimana rasanya kenyang, kalau dia belum merasakan yang namanya lapar. Bagaimana rasanya berhasil, kalau belum mengenal yang namanya gagal. Bagaimana pentingnya sehat kalau belum mengenal yang namaya sakit. Begitulah hidup, kita tidak akan tahu sebelum kita menjalaninya. Selama masih ada usaha, kenap tidak? Iyya kan??