Tak apalah panas digantikan dengan hujan, karena hujan bisa
saja menjadi gerimis dan menghasilkan kumpulan warna yang indah di cakrawala.
Sabtu, 16 Maret 2013
Kamis, 28 Februari 2013
Jum'at 22 Feb
Alhamdulillah,, sore ini
akhirnya selesai juga urus surat lamaran kerja. Ternyata, mengurus lamaran
kerja itu tidak gamapang yah. Apalagi kalau udah kerja, mungkin bakalan tambah
susah. Tapi saya belum tau, apakah kerjaan ini susah atau tidak, tiap orang kan
beda-beda. Mungkin saja orang lain bilang susah, tapi bagi saya tidak, atau mungkin
malah sebaliknya. Semoga saja bisa diterima. Amiin.
Kali ini, saya coba melamar di
perhotelan. Tapi saya belum tau pasti, posisi apa yang bakalan saya dapatkan.
Diterima saja belum, masa langsung mau minta jabatan? Tapi kalau boleh sih,
saya maunya ambil posisi receptionist aja deh, kayaknya lebih gampang tuh.
Hehehehehe. . .
Masalah kuliah ama private
saya nanti, semoga saja bisa terhandle semua. Wah, kok saya jadi rakus gini
yah?? Ah bodo amat, yang penting bisa kerja halal, bantu kedua orang tua, dan
ngebahagiaain mereka. Amiin. . .
Teman-teman, doakan yah semua.
. . Terima kasih . . .
Senin, 25 Februari 2013
25 Feb 13
Pesan Tetesan Air Mata
Dalam remang
di keheningan malam.
Alunan musik,
suara jangkrik,
dan
cahaya bulan masih tetap menemani.
Duduk
terdiam,
Memandangi
sang rembulan.
Sendiri,
merangkul kedua kaki.
Diselimuti
kesejukan angin malam.
Satu demi
satu cahaya hitam mendekat.
Mendekat dan
terus mendekat.
Tetesan air
matapun menetes satu demi satu.
Satu tetesan
melawan seribu cahaya hitam.
Sungguh disayangkan,
Tetesan yang
kujaga selama bertahun-tahun,
Kini telah
keluar demi menolongku.
Aku tidak
bisa berbuat apa-apa.
Seakan-akan
tubuh ini dikunci oleh cahaya hitam itu.
Perlaha-lahan
semuanya menjadi gelap.
Gelap,
dan terus menggelap.
Alunan musik
tetap beralun,
Dan suara
jangkrik masih bersemangat menemani,
Tapi cahaya
bulan mulai meredup.
Hingga akhirnya
suara adzan membangunkanku.
Ketika kubuka
mata ini,
Tetesan air
mata telah menghilang,
Bersama cahaya
hitam itu.
Kicauan burungpun
menyapa.
Mengucapkan
selamat pagi,
Dan menyampaikan
pesan tetesan air mata.
“Tetaplah bersemangat tanpa diriku.
Arungi hidup ini dengan senyuman dan penuh
ketegaran.
Karena masa depan yang
cerah telah menantimu”.
Minggu, 24 Februari 2013
24 Feb 13
Bukan berarti menangis itu menandakan kita lemah, akan tetapi itu hanya tanda kalau kita mempunyai perasaan. Kadang kala kita juga butuh meneteskan air mata, ketika tak sanggup lagi menahan perih yang dirasakan.
24 Feb 13
Sungguh tegar hatimu Kawan. Kau masih sempat memberikan motifasi kepada teman-temanmu, menghibur temanmu yang bersedih, dan membantu masalahnya temanmu. Sementara hatimu sedang menahan perih yang begitu dalam.
24 Feb 13
Katanya mau pulang, kok malah singgah nangis?? ada apa yah??
Ternyata orang yang keliatan ceria, humoris, dia menyimpaan kedukaan yang dalam. Kasian banget loe kawan, senyum canda tawamu hanya untuk membuat orang lain senang. Tetapi hatimu sangat menderita. Sabar yah kawan. . .
24 Feb 13
Pacarku salah paham gara-gara saya ketahuan bohong. Tadinya tidak mau bohong, tapi saya terpaksa. Saya cuman mau menyendiri, merenungi masalah yang numpang di kehidupanku. Tapi sayang, saya ketahuan bo'ong. Saya bilang ke dia, kalau saya malas keluar, sakit perut, tapi dia dapatin saya di warnet. Sumpah, nggak tau harus bilang apa? malu banget. Yah,, jurus gombal saya pun akhirnya keluar. Dan ternyata, saya lebih tenang berada di sampingnya.hehehehe. . .
13 Feb 13
Seandainya engkau mau meminjam hatiku, maka akan saya pinjamkan hati ini, agar engkau bisa tahu perih yang saya rasakan selama ini.
Arti Hidup
Pengalaman telah mengajariku banyak hal hari ini. Entah itu tentang kesenangan, kesusahan, kesedihan, kebahagiaan, kebersamaan, kesendirian, ataupun akan kehilangan. Banyak orang yang bilang kalau hidup itu indah, kejam, tidak adil, damai, simple, ataupun lain sebagainya. Bagi saya, hidup itu tidak selamanya seindah yang kita lihat, sekejam yang kita duga, sedamai yang kita rasa, atau sesimpel yang kita alami. Tapi hidup itu suatu keadaan yang melekat pada dirimu sendiri. Hidup itu ibarat transportasi, yang bisa kamu kemudikan kemanapun yang kamu mau, bisa diperintah sesuai dengan yang kamu inginkan, dan bisa saja berhenti ketika waktunya tiba.
Sebenarnya saya kasihan dengan hidup. Hidup itu selalu saja disalahkan disetiap masalah. Sedikit-sedikit, hidup yang jadi korban, sedikit-sedikit hidup yang disalahkan. Kalau mau dipikir-pikir, yang harus disalahkan itu manusia sendiri. Hidup itu tidak tahu apa-apa, dia hanya menuruti apa yang kita mau. Selama masih ada usaha, hidup itu akan menuntun kita, kemanapun yang kita inginkan. Seperti yang saya bilang tadi, hidup itu ibarat transportasi, yang bias kamu kemudikan kemanapun yang kamu mau.
Coba kalian bayangkan seandainya hidup itu tidak ada, tentunya kalian juga tidak akan ada di dunia ini. Hidup itu akan selalu melekat pada dirimu sendiri dan pastinya akan meninggalkanmu suatu saat nanti. Kalian tidak akan tahu kapan dan dimana hidup itu akan lepas dari dirimu, entah itu hari ini, besok, lusa, atau kapanpun, tidak akan ada yang tahu. Jadi gunakanlah hidupmu, selama dia masih ada. Andaikan kalian sadar akan pentingnya hidup, kalian akan menghargai hidup kalian masing-masing.
Setiap hidup pasti menghadapi yang namanya masalah, dan setiap masalah pasti ada solusinya, entah itu masalah ringan, sedang, ataupun berat. Masalah yang ringan bisa saja menjadi berat dan sebaliknya, masalah yang berat bisa saja jadi ringan, tergantung dari cara kalian dalam menghadapi masalah tersebut.
Coba kalian pikir, kenapa ada orang yang mau mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri? Dilain pihak ada juga yang harus terbaring kesakitan dalam memperjuangkan hidupnya. Kira-kira, bagaimana kedua orang ini mengartikan hidup mereka masing-masing?
Orang yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, hanya mengartikan hidupnya sebagai permainan, jika sudah game over, maka tidak aka nada masalah lagi dan bisa memulai semuanya dari awal tanpa suatu masalah. Tapi sebenarnya itu salah, tindakan bodoh yang dia lakukan malah akan menambah masalah di hidupnya nanti di akhirat. Ada juga yang mengartikan hidupnya sebagai beban saja, tidak menghargai hidupnya dan akhirnya bunuh diri.
Orang yang terbaring kesakitan dalam memperjuangkan hidupnya, bisa dibilang dia sudah tahu akan pentingnya hidup. Dia harus memperjuangkan hidupnya demi dirinya sendiri, demi keluarga, ataupun mungkin demi orang lain, hehehe.
Hidup itu akan terasa sangat penting jika sudah kehilangannya. Contohnya kehilangan pacar, sahabat, teman, atau barang-barang yang kita cintai. Semuanya akan terasa penting kalau sudah tidak ada. Seseorang tidak akan tahu bagaimana rasanya kenyang, kalau dia belum merasakan yang namanya lapar. Bagaimana rasanya berhasil, kalau belum mengenal yang namanya gagal. Bagaimana pentingnya sehat kalau belum mengenal yang namaya sakit. Begitulah hidup, kita tidak akan tahu sebelum kita menjalaninya. Selama masih ada usaha, kenap tidak? Iyya kan??
Kadang saya iri akan kelebihan sahabat saya sendiri. Dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia memiliki keluarga yang perhatian ama dia. Dia juga memiliki teman-teman yang begitu peduli dan dekat dengan dia. Belum lagi kelebihan yang dia miliki, wah pokoknya amazing lah. Saya acungin jempol deh.
Lain halnya dengan saya, yang tidak memiliki kelebihan apa-apa. Bisa dibilang hanya merepotkan orang-orang saja, terutama sahabat saya itu. Sungguh malang nasib saya ini.
Pernah juga sih jengkel ama dia. Kalau udah ketemu ama teman-temannya, kadang saya dilupakan, eh bukan dilupakan sih, tapi dicuekin, hehehe. Menyebalkan banget kan?? Saya kan juga mau gabung dengan mereka. Tapi, setelah lama-kelamaan, akhirnya saya bisa gabung dengan mereka semua.
Setelah saya gabung dengan mereka, ternyata saya hanya dijadikan sebagai pelampiasan dari setiap masalah mereka. Saya tidak tau kenapa mereka bisa seperti itu? Yang dulunya saya kenal baik, tapi sekarang tidak menghargaiku. Setiap dari masalah, ujung-ujungnya saya yang dapat batunya. Saya pun sadar sekarang, saya bukan bagian dari mereka. Dan saya putuskan untuk menjauh dari mereka semua.
Sikap yang tempramen dan egois yang dia miliki, sering sekali dia munculkan di depan saya. Hanya dengan kesalahan sedikit, bisa berakibatkan fatal olehnya. Bagaimana tidak, dia tuh selalu saja menyalahkan saya. Dia beranggapan kalau saya itu orangnya selalu benar, tidak mau dibilang salah. Padahal, saya tidak pernah berpikiran demikian. Saya cuman mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, bukan berarti itu pembelaan dari saya, iyya kan??. Yagh,, walaupun sikapnya seperti itu, dia tetap sahabat saya. Sejak SMK saya sama-sama dengan dia. Susah senang kami lalui bersama. Hingga duduk di bangku kuliah dan hamper selesai, kami masih tetap tinggal bersama. Dan saya tidak akan pernah menyesal punya sahabat seperti dia. Yahh,, semoga ini semua awal dari kesuksesan kami berdua. Amiin . . .
Hari ini saya bangun telat lagi, entah sampai kapan saya akan seperti ini. Itu memang kebiasaan buruk saya setiap hari. Tapi yang saya sesalkan, kenapa disaat seperti ini dia datang lagi diingatanku? Tiba-tiba dia datang pagi tadi dan mengingatkanku semuanya. Mengingatkanku dengan janji yang sudah saya buat dulu, karena keegoisanku, karena keegoisannya, dan karena mereka. Dan saya pun sadar, saya harus mencari kehidupan yang lain. Kehidupan yang baru, dimana tidak ada dia, dan mereka yang selalu menyalahkan saya. Kehidupan yang hanya ada saya dan orang-orang yang baru saya kenal. Cuman itu yang saya inginkan sekarang . . .
Hello semua, perkenalkan nama saya Ilham. Saya tinggal di Makassar dan kuliah di Universitas Negeri Makassar, jurusan Sastra Ingris 2010. Sekarang saya sudah semester 6, dan sebentar lagi selesai. Emm,, kira-kira tinggal 1 tahun lagi lah,
hehehe. . . doakan aja yah teman-teman.
Mengenai tentang saya, saya tidak tau harus mau mulai darimana? Tapi kalian boleh aja kok bertanya apapun tentang saya. Itupun kalau kalian mau. Hehehe . . .
Selain kuliah, saya juga memiliki kerja sampingan. Lumayanlah untuk nambah-nambah uang kuliah. Saya kerja sebagai guru private. Saya datangi rumah siswa saya, dan mengajarkan mereka tentang mata pelajaran yang mereka mau. Oiya, saya mengajarkan Bhs. Inggris dan Matematika loh. Sekedar info, saya sangat suka yang namanya Matematika, jadi saya tau banyak Matematika daripada Bhs. Inggris. Hemm,, Ternyata jadi guru itu tidak gampang yah??
Oiya, mengenai sifat saya, saya itu orangnya sedikit egois, cepat tersinggung, dan sedikit malas. Tapi, kalau masalah tanggung jawab, bisa dibilang saya bisa bertanggung jawab dan tepat janji juga. Buktinya, selama 6 semester, saya dipercayai untuk jadi ketua tingkat untuk teman-teman saya, Hehehee. . . saya juga orangnya cukup sabar, pemaaf, penolong juga, tapi saya paling tidak suka yang namanya pembohong. Jauh-jauh deh yang namanya pembohong. . .
Masalah kesukaan, saya suka nonton, baca komik tapi sekarang beralih ke novel, maklum jurusan saya sekarang kan Sastra Inggris, jadi mau tidak mau harus baca novel, dan sekarang suka nulis. Saya juga suka dengar music, suka renang, basket, bulu tangkis, mancing, main game, dengar music, jalan-jalan ama teman, dll. . .
Saya bercita-cita jadi seorang penulis. Tidak tau kenapa, saya tiba-tiba suka nulis. Mungkin gara-gara jurusan kalii . . . tapi cita-cita saya sekarang yaitu, pengen banget ke Australia lanjutkan study. Kemudian cari kerja dan bahagiakan kedua orang tua pastinya.
Emm,, mungkin itu aja perkenalan dari saya, kalau ada yang ingin ditanyakn, langsung komen aja yah. Hehehheee. . .
Terima Kasih . . .
Langganan:
Postingan (Atom)